Digitalisasi Aksara Lontara, PANDI Bermitra dengan Yayasan Aksara Lontaraq Nusantara
Pengurus Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menandatangani nota kesepakatan atau memorandum of understanding (MoU) dengan Yayasan Aksara Lontaraq Nusantara di Jakarta, tempo hari (5/11).
agen bola sbobet terpercaya rumus dasar perhitungan game 1x2
Aksara Lontara diketahui selaku aksara Bugis, aksara Bugis-Makassar, atau aksara Lontara Baru. Aksara itu biasa dipakai selaku fasilitas mengekspresikan bahasa Bugis serta Makassar berbentuk tulisan, adalah salah satunya aksara tradisionil Indonesia yang berkembang di Sulawesi Selatan.
Yudho Giri Sucahyo, Ketua PANDI, menerangkan penandatanganan MoU ini adalah kelanjutan dari program PANDI bertema "Menyulam Nusantara Lewat Digitalisasi Aksara".
Kerja sama di antara PANDI serta Yayasan Aksara Lontaraq Nusantara akan konsentrasi untuk konservasi aksara yang diterapkan berbentuk pertandingan pengerjaan web berkonten aksara Lontara, yang diadakan tahun akhir ini.
"Aktivitas ini diinginkan dapat mengenalkan kembali lagi serta melestarikan sisi dari budaya asli Indonesia. Kami benar-benar suka untuk dapat bekerja bersama dengan Yayasan Aksara Lontaraq Nusantara dalam rencana meneruskan konservasi aksara wilayah," tutur Yudho dalam info persnya, Kamis (5/11).
Andi Alifian Mallarangeng, Wakil Dewan Pembimbing Yayasan Aksara Lontaraq Nusantara, menyongsong baik kerja sama itu. Aksara Lontara sesungguhnya adalah aksara nusantara pertama yang tercatat di Unicode, yang diusahakan bersama di tahun 1990-an lalu.
"Cuman belum disahkan pemakaiannya secara luas. Dari MoU kami dengan PANDI sekarang ini, saya benar-benar semangat untuk kembali lagi bersama melestarikan aksara Lontara," kata bekas menteri pemuda serta olahraga zaman Presiden SBY itu.
Hal seirama diutarakan oleh Prof Nurhayati Rahman, Ketua Dewan Pembimbing Yayasan Aksara Lontaraq Nusantara, yang filolog aksara Lontara.
Ia mengutarakan jika digitalisasi aksara yang diusahakan PANDI adalah satu perihal yang dicita-citakannya sejak dahulu serta mengharap dapat terus lestari.
"Ini ialah mimpi lama, huruf Lontara nanti dapat diketik serta disaksikan langsung di piranti elektronik seperti netbook serta hp. Tetapi, dalam perubahannya tetap harus memakai huruf aslinya, sebab akan mengganti riwayat dari huruf Lontara tersebut," tutur Nurhayati yang Guru Besar Fakultas Pengetahuan Budaya Kampus Hasanudin Makassar.
Saat itu, Andi Sitti Aisyah, Ketua Yayasan Aksara Lontaraq Nusantara, menambah kerja sama kesempatan ini penting untuk kelangsungan aksara Lontara di periode kedepan.
"Ini (kerja sama) menjadi self defense atau pertahanan diri selaku anak negeri untuk hadapi serangan budaya di luar," katanya.
